Dua Orang Ibu Warga Dusun V Desa Tanjung Kasau Menanti Janji Dari Dinas Pemerintah Akibat Terjadinya Longsor Yang Mengakibatkan Bangunan Rumah Terancam Roboh. 

Pemerintah333 views

MabesNews.com, Batubara : Minggu 27 Oktober 2024 – Tak terkatakan lagi ada empat KK rumah warga terancam roboh akibat terjadinya longsor diduga ada sepanjang 300 meter kurang lebih,warga kini menjadi panik hingga was – was akibat terjadinya dinding sungai pinggiran sungai semakin melebar mencapai 30 sampai 50 meter,berlokasi titik koordinat tepat perbatasan rumah,yang mengakibatkan rawan bagi anak – anak kecil bila keluar dari pintu belakang rumah.

Menurut keterang warga peristiwa itu terjadi akibat longsor berlarut – larut ataupun berkepanjangan berawal mulai tahun 2019 sampai hari ini,dampaknya akan membahayakan bagi pemukiman mengenai 4 KK rumah warga yaitu :

1.Rumintan br situmorang

2.Ermina br siregar

3.Desman Naibaho

4.Siti nuraiti br purba,

kemudian empat daftar KK rumah warga akan terancam berkelanjutan longsor daerah aliran sungai ( DAS ) bahapal tersebut berlokasi dusun V desa laut tador kecamatan laut tador kabupaten batubara provinsi sumatera.

Hal terjadinya longsor berkelanjutan berimbas akibat pertahanan tanah terbawa arus aliran sungai di musim hujan yang menimbulkan banjir di tempat rumah warga dusun V desa tanjung kasau,padahal dinas pemerintahan daerah hingga provinsi sudah pernah melaksanakan peninjauan berkali – kali,namun belum terealisasikan anggaran untuk pembangunan hingga saat ini, akan juga bisa membahayakan bagi anak – anak berakibat hanyut terbawa arus aliran sungai bahapal saat orang tua tidak berada di rumah.

Menurut keterangan dari sumber informasi warga masyarakat dusun V ibu emmina br siregar dan ibu rumintan br situmorang memberikan tanggapan poin komentar ke awak media saat melakukan peninjauan sosial kontrol,terjadinya longsor berkelanjutan akan tetap semakin luas,apabila aliran air sungai naik ke permukaan maka dinding bibir tanah tersebut terbawa arus banjir yang datangnya dari aliran sungai siantar dan kabupaten simalungun yang berbatasan dengan kabupaten batubara.

Hasil peninjauan awak media pada pukul 16 : 00 wib di hari minggu 27 Oktober 2024 ,melihat situasi daerah aliran sungai ( DAS ) akan semakin melebar yang dapat mengahajutkan bangunan rumah warga,akibat ketidak kuatnya benteng ataupun tembok tanah untuk menahan terjangan dorongan aliran arus sungai apabila banjir besar,sehingga tanah tersebut akan mengalami longsor hingga terbawa arus air,bangunan rumah warga terancam roboh terutama bagi pemilik terindikasi ada empat KK warga dusun V desa tanjung kasau kecamatan laut tador.

Dengan terbitnya berita ini,warga masyarakat menginginkan dinas Badan Penanggulan Bencana Daerah Pemerintah Daerah hingga Provinsi berharap adanya perhatian khusus dari pemerintah yang sudah berkali – kali melaksanakan peninjauan di lokasi dusun V desa tanjung kasau,segera membuat rancangan anggaran APBD / APBN agar terealisasikan pembangunan tembok penahan tanah untuk menghindari robohnya rumah warga dan dapat membahayakan bagi anak – anak apabila orang tua tidak berada di tinggal di rumah.