Diduga Satu Lokasi dengan Sarang Burung Walet, Dapur MBG di Desa Topanda Disorot: Berpotensi Langgar Aturan Kesehatan, Aktivis Angkat Bicara

Pemerintah464 views

Bulukumba – Dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Badan Gizi Nasional di Desa Topanda, Dusun Mattirowalie, Kecamatan Rilau Ale, dan berada di bawah naungan Yayasan Sirami, kini menjadi sorotan publik. Dapur tersebut diduga berada satu lokasi dengan bangunan sarang burung walet, sebuah kondisi yang secara medis maupun aturan kesehatan dinilai tidak layak.

Foto yang beredar di kalangan warga memperlihatkan bangunan dapur dengan sarang burung walet aktif tepat di bagian belakangnya. Situasi ini memunculkan kekhawatiran serius terkait higienitas dan keamanan pangan yang diproduksi setiap hari untuk ribuan siswa penerima manfaat program MBG.

Secara umum, dapur konsumsi publik—terutama yang memasok makanan untuk anak sekolah wajib berada di lingkungan yang steril, higienis, dan bebas dari potensi kontaminasi. Sarang burung walet, meskipun bernilai ekonomi tinggi, tetap masuk kategori sumber pencemaran karena berisiko menghasilkan kotoran, bulu, serta memicu kehadiran hama.

Pedoman Badan Gizi Nasional dan Dinas Kesehatan menetapkan bahwa dapur MBG harus memenuhi standar:

Memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS)

Bebas dari hewan, unggas, serangga, dan sumber pencemaran lainnya

Memiliki sirkulasi dan ventilasi yang baik

Area produksi mudah dibersihkan

Kapasitas produksi 100–500 porsi per hari

Peralatan memasak steril dan bahan makanan disimpan pada suhu sesuai standar

Keberadaan dapur yang berdampingan dengan sarang walet otomatis dinilai tidak memenuhi kriteria tersebut dan berpotensi melanggar aturan kesehatan lingkungan.

Salah satu Aktivis, Ikbal Sandi, turut angkat suara menanggapi temuan tersebut. Ia menilai situasi ini merupakan bentuk kelalaian pengawasan dan harus segera dikoreksi.

“Ini makanan untuk anak-anak sekolah. Tidak boleh main-main. Jika dapur berada satu lokasi dengan sarang walet, itu jelas melanggar standar sanitasi. Pemerintah harus segera turun tangan sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Ikbal Sandi.

Ikbal juga mempertanyakan mekanisme verifikasi kelayakan dapur yang dilakukan oleh pihak terkait.

“Siapa yang meloloskan lokasi ini? Apakah sudah ada SLHS? Ini harus dibuka secara transparan,” tambahnya.

Kekhawatiran Warga dan Aktivis Meningkat

Selain para aktivis, warga setempat juga mulai menyuarakan keresahan. Mereka menilai dapur tersebut tidak layak dan dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi anak-anak.

“Kalau bangunannya satu lokasi dengan sarang walet, jelas tidak layak. Ada risiko kontaminasi. Ini makanan untuk anak sekolah,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Pemerintah Diminta Turun Tangan

Pemerintah daerah, terutama Dinas Kesehatan, diminta segera melakukan langkah cepat berupa:

Inspeksi langsung lokasi

Audit kelayakan sanitasi dapur

Tindakan penutupan sementara jika ditemukan pelanggaran

Pembinaan dan penindakan terhadap pengelola

Berdasarkan peraturan, Dinas Kesehatan memiliki wewenang menghentikan operasional dapur MBG yang tidak memenuhi standar sanitasi.

Hingga berita ini dirilis, belum ada klarifikasi resmi dari Yayasan Sirami selaku penanggung jawab dapur MBG Desa Topanda. Publik berharap pemerintah segera mengambil sikap tegas demi menjamin keamanan pangan yang didistribusikan untuk ribuan siswa di wilayah tersebut.