Desa Hulawa DI Terjang Banjir Paskah Penertiban PETI, Rusli Laki Meminta Satgas PKH Provinsi . Tinjau Kembali Aktivitas PT PGP

Pemerintah361 views


(Mabesnews.com Gorontalo) ” Kembali Kecamatan Buntulia di terjang banjir Paskah penertiban PETI. Sebelumnya banjir bandang melanda desa hulawa Di duga adanya pertambangan Tampa izin. Dan kali ini aktivitas PETI sudah di tertibkan oleh Tim gabungan. Di Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato provinsi gorontalo, Senin (12/01/2026).

Banjir yang terjadi kali ini menjadi sebuah pengingat akan penyebab sebenarnya. Di mana para penambang lokal menjadi ojeck penyebab banjir
Kini banjir saat ini terjadi pada saat aktifitas Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) sudah ditertibkan.

Hal ini menjadi sorotan oleh Pemuda Buntulia, Rusli Laki. Dirinya menilai banjir yang kedua ini menjadi bukti nyata kerusakan lingkungan diduga akibat aktifitas perusahaan PGP ..Untuk itu kami meminta kepada pemangku kawasan Dan Satgas PKH provinsi meninjau kembali aktivitas perusahan saat ini.

Lanjut “Yang jadi perdebatan penyebab banjir kemarin adalah pihak perusahaan atau PETI. Sekarang penambang tanpa izin sudah ditertibkan, Tapi banjir kali ini masih terjadi. jelas penyebabnya bukan PETI,” tegas Rusli

Rusli menilai, upaya perusahaan dalam melakukan penanganan banjir saat ini hanya bersifat semetara dan bukan solusi permanen. Dimana Perusahaan, Terlalu berfokus pada pemberian bantuan sosial, padahal yang dibutuhkan masyarakat adalah upaya pencegahan banjir.

Lanjut Rusli ” Kalau hanya bantuan sosia yang di berikan itu tidak akan menjamin banjir lagi. Kasihan masyarakat yang ada di dataran rendah kalau curah hujan Tinggi mereka terlalu harus was-was akan datangnya bencana banjir, bandang” tegas Rusli,

Lanjut Rusli di saat paskah penertiban PETI dirinya mengapresiasi penambang lokal yang melakukan normalisasi sungai Hulawa Menurutnya reklamasi ini dilakukan secara swakolala oleh penambang lokal untuk mengantisipasi datangnya banjir.
jika reklamasi ini tidak dilakukan maka banjir saat ini sudah pasti akan lebih parah dari sebelumnya dan kembali merugikan masyarakat.

“Untung saja ada normalisasi sungai kemarin, dan banjir kali ini sudah tidak lagi menghantam wilayah pemukiman masyarakat. Solusi seperti ini yang harusnya dilakukan oleh pihak perusahaan. Bukan Solusi yang sifatnya pencegahan dan membawa bencana besar makanya ,jangan hanya menunggu setelah bencana terjadi baru memberikan bantuan sosial,” tutup Rusli ( Juma ).