MabesNews.com, Batam — Komitmen terhadap mutu pendidikan vokasi kembali ditunjukkan oleh tenaga pendidik SMK Negeri 3 Batam. Ketua Jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor, Budi Hendrika, berhasil meraih Sertifikat Kompetensi Guru Teknik dan Bisnis Sepeda Motor Astra Honda Level “Sertifikasi Bronze”, sebuah pengakuan profesional yang dikeluarkan langsung oleh PT Astra Honda Motor (AHM).
Sertifikat kompetensi tersebut menyatakan bahwa Budi Hendrika dinyatakan lulus uji kompetensi dalam bidang Teknik dan Bisnis Sepeda Motor Astra Honda. Sertifikasi ini terdaftar secara resmi dengan nomor 26/SERTIFIKAT-UKG-BRONZE/AHM/IV/2025, dan diterbitkan pada 31 April 2025 di Jakarta oleh PT Astra Honda Motor, serta ditandatangani langsung oleh Ahmad Muhibbuddin, General Manager of Corporate Communication AHM.

Budi Hendrika merupakan guru produktif sekaligus Ketua Jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor di SMK Negeri 3 Batam, dengan afiliasi industri melalui PT Capella Dinamik Nusantara Kepri sebagai main dealer. Sertifikasi ini menjadi bukti bahwa kompetensi yang dimilikinya telah melalui proses penilaian ketat sesuai standar industri otomotif nasional, khususnya jaringan Astra Honda.
Untuk memperoleh sertifikat kompetensi tersebut, Budi Hendrika harus mengikuti Uji Kompetensi Guru (UKG) yang diselenggarakan pada 12–13 November 2024. Proses uji kompetensi ini tidak semudah membalik telapak tangan. Peserta diuji tidak hanya dari sisi pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan teknis, pemahaman sistem kerja bengkel Honda, penerapan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta kemampuan pedagogik dalam pembelajaran vokasi berbasis industri.
Setiap tahapan uji kompetensi dirancang untuk memastikan bahwa guru benar-benar memahami perkembangan teknologi sepeda motor Honda, prosedur perawatan dan perbaikan, manajemen bengkel, hingga standar pelayanan konsumen. Dengan demikian, sertifikat yang diperoleh bukan sekadar formalitas administratif, melainkan hasil dari proses panjang, disiplin, dan dedikasi tinggi terhadap profesi keguruan.
Keberhasilan ini sekaligus menegaskan bahwa guru vokasi dituntut untuk terus belajar dan memperbarui kompetensi agar selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Sertifikat kompetensi Astra Honda menjadi indikator bahwa seorang guru tidak hanya layak mengajar di ruang kelas, tetapi juga mampu menjadi role model profesionalisme kerja bagi peserta didik.
Bagi SMK Negeri 3 Batam, pencapaian ini menjadi nilai tambah strategis dalam memperkuat kualitas Jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor. Kehadiran guru yang tersertifikasi industri memberikan jaminan bahwa proses pembelajaran berlangsung sesuai standar dunia kerja nyata, sehingga lulusan diharapkan lebih siap bersaing di pasar kerja maupun berwirausaha.
Lebih dari itu, sertifikasi ini juga menjadi pesan moral bagi peserta didik bahwa keberhasilan tidak datang secara instan. Dibutuhkan kesungguhan, konsistensi, dan kemauan untuk terus mengasah diri. Apa yang diraih oleh Budi Hendrika adalah hasil dari proses panjang yang sarat dengan perjuangan intelektual dan profesional.
Dengan diraihnya Sertifikat Kompetensi Astra Honda Level Bronze ini, Budi Hendrika tidak hanya mengukuhkan kapasitas pribadinya sebagai pendidik vokasi yang kompeten, tetapi juga turut mengangkat citra SMK Negeri 3 Batam sebagai sekolah kejuruan yang serius membangun sumber daya manusia unggul, profesional, dan berdaya saing tinggi di era industri modern.
Nursalim



