MabesNews.com. Boltim,Sulut – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Provinsi Sulawesi Utara (Sulu kembali menunjukkan komitmennya terhadap transformasi digital dan keterbukaan informasi publik.
Dalam momentum penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Pemkab Boltim resmi meluncurkan inovasi digital bernama Satu Data ORAS atau Open-Data Resource Access System.
Peluncuran sistem ini dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Boltim, Argo Vinsensius Sumaiku, di Tutuyan. Sistem ORAS dirancang sebagai portal pusat data digital yang terintegrasi, yang dapat diakses oleh publik melalui laman https://opendata.boltimkab.go.id.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Argo menyebutkan bahwa kehadiran ORAS merupakan langkah strategis dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan partisipatif.
“Kami ingin masyarakat, pelaku usaha, hingga kalangan akademisi, memiliki akses terhadap informasi sektoral secara terbuka dan akurat. Inilah bentuk nyata dari pemerintahan berbasis data,” ungkap Argo.
Portal ini menyatukan beragam data dari seluruh perangkat daerah, seperti data kependudukan, pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur. Semua informasi tersebut dikemas dalam platform yang real-time, akurat, dan terbuka untuk publik.
Inovasi ORAS diprakarsai oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Boltim, di bawah pimpinan Moh. Rezhah Mamonto, S.Kom, dan dikembangkan oleh tim teknis dari Bidang Persandian dan Statistik yang dipimpin oleh Pitra Mamonto, S.P..
Sistem ini dibangun menggunakan platform open source CKAN (Comprehensive Knowledge Archive Network) dan dioperasikan melalui server resmi milik Pemkab Boltim yang telah terhubung langsung dengan Pusat Data Nasional. Hal ini menjamin keamanan, akurasi, serta ketersediaan data yang berkelanjutan.
Peluncuran ORAS bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan menjadi pijakan penting dalam mengimplementasikan prinsip open government dan mendukung kebijakan nasional Satu Data Indonesia. Pemerintah daerah berharap keberadaan portal ini dapat menjadi sumber rujukan data yang kredibel bagi masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.
Lebih dari sekadar menyajikan data, ORAS juga diharapkan dapat memperkuat ekosistem digital daerah yang inklusif, serta menjadi fondasi dalam perencanaan dan pengambilan kebijakan berbasis bukti.
Dengan demikian, Boltim menegaskan diri sebagai salah satu kabupaten di Sulawesi Utara yang tidak hanya adaptif terhadap teknologi, tetapi juga proaktif dalam membuka ruang partisipasi publik melalui digitalisasi informasi. (Pusran Beeg)







