MabesNews.com, KASIH yang ditunjukkan oleh Tuhan Yesus, begitu dalam dan menyentuh. Setidaknya para murid-Nya ketika itu, matanya berkaca-kaca menerima MATEREI KASIH. Tak ada yang berbicara, tak ada yang menyanggah. Hanya Petrus yang berbicara, ia pun dengan mudah diredam oleh Yesus. Ketika kasih itu begitu kuat, pesan lain dalam bentuk kata menjadi tak penting, karena kasih mampu mengungkapkan semuanya. KASIH melampaui semua yang ada dalam benak manusia.
Perikopa Injil hari ini (Yohanes 13:1-15) menceriterakan Yesus membasuh kaki para murid-Nya sebelum Paskah. Hal ini mau menunjukkan bahwa kasih yang melampaui, kerendahan hati, dan teladan pelayanan. Yesus, sebagai Guru dan Tuhan, merendahkan diri layaknya budak untuk mengajar para murid-Nya agar saling melayani dan mengasihi. Ini adalah simbol penyucian dosa dan panggilan untuk berkorban. *”Yesus menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkan pada pinggang-Nya, kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu” (ay. 5).* Yesus membasuh kaki para murid-Nya, sebuah tugas yang biasanya dilakukan oleh pelayan terendah.
Petrus awalnya menolak kakinya dibasuh, dengan berkata: *”Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?” (ay. 6).* Mendengar apa yang dikatakan Petrus, lalu Yesus berkata: *”Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak” (ay. 7).* Yesus menegaskan bahwa pembasuhan ini perlu agar Petrus mendapat bagian dalam diri-Nya.
Ketika membasuh kaki para murid-Nya, Yesus mengungkapkan wajah seorang pemimpin yang rendah hati. Pada saat yang sama, Yesus menunjukkan wajah Allah yang PENUH BELAS KASIH. KERENDAHAN HATI dan BELAS KASIH adalah dua kebajikan dasar yang menjadi kekuatan orang dalam pelayanan. Hanya orang yang rendah hati yang mampu melayani. Hanya orang yang berbelas kasih yang mau melupakan dirinya, memberi diri sepenuhnya bagi kegembiraan dan kebahagiaan orang lain
*Lalu, bagaimana dengan kita?
*Yesus memanggil kita untuk menyerahkan diri seutuhnya, menghendaki agar cinta kita sama utuhnya, sama sempurnanya seperti cinta-Nya sendiri. Yesus menghendaki agar kita membungkuk sampai ke tanah dan pergi ke tempat-tempat yang membutuhkan pembasuhan. Dengan saling memberikan diri, Yesus menghendaki agar kita menjadi satu tubuh dan satu Roh yang dipersatukan oleh cinta Allah.
Selamat merayakan hari KAMIS SUCI.
GOD bless you.🙏
@Dami Tiala
Umat Lingk. Ratu Kenyo, Gereja Santo Petrus dan Paulus BABADAN Wedomartani, Sleman – DIY.






