BIBLE LEARNING HARI BIASA PEKAN II PRAPASKAH, KAMIS 5 MARET 2026 INJIL LUKAS 16:19-31 “GEREJA UNTUK ORANG MISKIN”

MabesNews.com, DEWASA ini, kemanusiaan mengalami titik balik dalam sejarahnya. Realita kehidupan ada kesenjangan antara orang kaya yang memiliki harta dunia berkelimpahan. Sementara, orang miskin mengais-ngais sampah dan memisahkannya. Mereka hidup di tengah sampah kota hanya untuk mendapatkan sesuap nasi dan menyekolahkan anak mereka. Masih ingatkah kita akan peristiwa di Jerebuu Ngada, Flores – NTT? Seorang bocah yang menghabiskan hidupnya dengan menggantungkan diri hanya karena tidak bisa beli pensil dan buku. Tragis? Ya, tragis!!! Tentu masih banyak lagi kemiskinan yang dapat terlihat. Apakah kita peduli? Jangan-jangan kita PEKOK dengan keadaan ini.

Adalah Paus Fransiskus, Paus untuk orang miskin. Paus Fransiskus menginginkan komitmen baru bagi orang miskin sebagai inti peran kristianitas di dunia. Paus Fransiskus ingin melepaskan beberapa ornamen tradisional kepausan yang menggambarkan kekayaan dan keistimewaan. Ia menolak mengenakan kain penutup dada berwarna merah, yang disebut mozzetta. Kain itu tetap tergantung di lemari Room of Tears saat ia melangkah keluar menyambut umat yang berkerumunan sesaat setelah ia terpilih menjadi Paus.

Perikopa Injil hari ini (Lukas 16:19-31) mengisahkan perumpamaan Yesus tentang orang kaya dan Lazarus yang miskin. “Ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu, dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.” (ay. 20-21). Setelah kematian, Lazarus dihibur di pangkuan Abraham, sementara orang kaya tersiksa di alam maut. Kutipan teks Injil hari ini, mau mengajarkan bahwa nasib kekal ditentukan oleh SIKAP HATI dan IMAN selama hidup. Bukan kekayaan dengan hidup berkelimpahan harta dunia.

Kehidupan kontras, orang kaya hidup mewah, berpesta, dan mengabaikan Lazarus yang sakit dan lapar di pintu rumahnya. Maka, terjadilah pembalikan nasib. Lazarus mati, dibawa malaikat ke pangkuan Abraham, sementara orang kaya mati dan menderita dalam api neraka.

Perumpamaan ini mau menekankan pentingnya menggunakan harta duniawi dalam kehidupan untuk menaati Allah dan mengasihi sesama sebelum ajal menjemput. Murid Kristus masa kini, jauhi EGOISME dan ingat diri. Tanamkan SOLIDARITAS kristiani dengan saling PEDULI dan saling MELAYANI. Tuhan membuka MATA HATI kita untuk suatu KEBAIKAN. Lakukanlah itu, sebelum terlambat.

Morning,
GOD bless you. 🙏

Dami Tiala

Tim lapangan Dominggus