MabesNews.com, Tanjungpinang, 7 Februari 2025 – Dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan mendukung perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sejumlah tokoh masyarakat, pelaku UMKM, serta pemuda Tanjungpinang menyambut baik rencana penyelenggaraan Bazar Ramadan 2025 di kawasan Tanah Merah, Tugu Sirih, tepatnya di depan Melayu Square, samping Tanjung Cahaya. Lokasi ini, yang merupakan aset pemerintah, diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memberikan ruang bagi para pelaku usaha dalam menjalankan kegiatan ekonomi selama bulan Ramadan.
Inisiatif Masyarakat untuk Meningkatkan Ekonomi Lokal
Menurut tokoh masyarakat setempat, penyelenggaraan Bazar Ramadan ini bukan sekadar rencana, melainkan sudah masuk dalam tahap perencanaan matang dan konkret. Inisiatif ini bertujuan untuk menyediakan wadah bagi UMKM dan masyarakat guna memenuhi kebutuhan selama bulan suci Ramadan, baik dalam hal makanan berbuka puasa maupun keperluan Hari Raya seperti pakaian, aksesori, dan barang-barang lainnya.

Lebih lanjut, masyarakat menekankan bahwa bazar ini bukan sekadar ajang persaingan antar pelaku usaha, melainkan sebuah sinergi yang memperkuat ekonomi rakyat. “Kami tidak berbicara soal persaingan, justru ini adalah inisiatif masyarakat dan kelompok masyarakat yang ingin mempermudah akses bagi warga dalam memenuhi kebutuhan mereka,” ujar seorang tokoh masyarakat yang terlibat dalam perencanaan bazar ini.
Selain itu, diharapkan para pedagang yang terlibat dapat menjual produk dengan harga yang lebih terjangkau, sehingga masyarakat luas bisa mendapatkan manfaat secara langsung dari kegiatan ini.
Dukungan Pemerintah dan Optimisme Pelaku UMKM
Pemerintah Kota dan Provinsi Kepulauan Riau menyambut baik inisiatif ini, mengingat sektor UMKM saat ini menjadi prioritas dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Sejalan dengan program pemerintah yang terus mendorong pengembangan UMKM, bazar Ramadan ini dianggap sebagai langkah strategis dalam mendukung stabilitas ekonomi lokal.
Tokoh UMKM, H. Syahrial Ajis, sangat mendukung adanya bazar di kawasan tepi laut ini. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan serupa pernah diadakan di masa lalu, tetapi kemudian terhenti. “Kegiatan seperti ini dulu ada, hanya saja karena terbengkalai, maka sekarang kita manfaatkan kembali demi pengembangan usaha masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, Ramadan adalah momen yang sangat tepat bagi UMKM untuk berkembang karena adanya peningkatan permintaan terhadap berbagai produk, baik makanan maupun kebutuhan lain menjelang Idulfitri. Dengan adanya bazar ini, pelaku usaha kecil dan menengah memiliki kesempatan lebih luas untuk memasarkan produk mereka, memperluas jaringan pelanggan, serta meningkatkan pendapatan.
Pandangan Pemuda: Meningkatkan Kesejahteraan Bersama
Dukungan juga datang dari kalangan pemuda Tanjungpinang yang melihat bazar ini sebagai peluang besar dalam penguatan ekonomi masyarakat. Salah satu tokoh pemuda setempat menekankan bahwa bazar ini akan sangat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan Ramadan dan Lebaran, sekaligus membuka kesempatan kerja bagi banyak orang.
“Saya sangat setuju dengan adanya pasar Ramadan ini, karena ini bisa membantu masyarakat dalam meningkatkan ekonomi mereka. Apalagi menjelang Lebaran, banyak yang membutuhkan tempat untuk berjualan dan mencari kebutuhan. Harapannya, ekonomi Tanjungpinang bisa lebih merata dengan adanya bazar ini,” ungkapnya.
Dampak positif dari bazar ini tidak hanya dirasakan oleh pedagang, tetapi juga oleh masyarakat luas yang memiliki akses lebih mudah terhadap berbagai kebutuhan Ramadan dengan harga terjangkau.
Harapan untuk Keberlanjutan Bazar Ramadan
Dengan semangat kebersamaan antara masyarakat, pelaku UMKM, pemerintah, dan generasi muda, bazar Ramadan ini diharapkan tidak hanya menjadi program tahunan yang sukses, tetapi juga mampu berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi jangka panjang di Tanjungpinang.
Melalui koordinasi yang baik antara semua pihak, serta dukungan dari pemerintah dalam penyediaan fasilitas dan regulasi yang mendukung, bazar ini dapat menjadi contoh bagaimana ekonomi lokal dapat bangkit dan berkembang melalui inisiatif masyarakat. Dengan demikian, tidak hanya sektor UMKM yang mendapatkan manfaat, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat yang terlibat dalam ekosistem ekonomi Ramadan ini.
Jika berjalan dengan baik, bazar Ramadan di Tanah Merah Tanjungpinang bisa menjadi ikon baru bagi geliat ekonomi daerah, sekaligus membuktikan bahwa kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah dapat menciptakan perubahan positif bagi kesejahteraan bersama.







