Baru Satu Bulan, Jembatan Gantung Desa Tangga Rasa Jebol: Komitmen Pemdes Dipertanyakan

Pemerintah82 views

Mabesnews com Kab Empat Lawang Prov Sumsel– Proyek jembatan gantung di Desa Tangga Rasa, Kecamatan Sikap Dalam, Kabupaten Empat Lawang, memicu kontroversi.

 

Meski menelan anggaran Dana Desa hampir Rp200 juta, infrastruktur vital ini kini dalam kondisi memprihatinkan dan dinilai dikerjakan asal-asalan,, 16 Maret 2026

 

Infrastruktur “Seumur Jagung” yang Membahayakan

Baru genap satu bulan selesai dibangun, lantai plat jembatan dilaporkan sudah jebol dan tidak layak dilintasi kendaraan roda dua.

 

Kerusakan ini menimbulkan kekhawatiran mendalam bagi warga, mengingat jembatan tersebut merupakan akses utama masyarakat dan jalur harian anak-anak menuju sekolah.

 

“Kami sangat khawatir. Selain motor, anak sekolah setiap hari lewat sini.

 

Jika tidak segera diperbaiki, ini tinggal menunggu waktu sampai ada korban jatuh,” ujar salah seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan.

 

Kades Bungkam, Inspektorat Didesak Bertindak

Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media kepada Kepala Desa Tangga Rasa hingga kini belum membuahkan hasil.

 

Pihak pemerintah desa memilih bungkam dan tidak memberikan penjelasan terkait dugaan pengerjaan yang tidak sesuai spesifikasi teknis (spek) tersebut.

 

Sikap tertutup pemerintah desa ini memicu desakan dari berbagai pihak agar aparat pengawas internal pemerintah turun tangan.

 

Inspektorat Kabupaten Empat Lawang diminta segera melakukan audit investigatif untuk memeriksa potensi kerugian negara atau praktik mark-up anggaran.

 

Inspektorat didesak mengecek kesesuaian material plat dengan anggaran yang dialokasikan.

 

Kepala Desa diminta memberikan penjelasan terbuka kepada publik terkait kualitas pengerjaan.

 

Masyarakat menuntut perbaikan permanen sebelum jembatan memakan korban jiwa. [3]

 

Hingga berita ini diturunkan, jembatan masih dalam kondisi rusak.

 

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Empat Lawang dapat mengambil langkah tegas agar Dana Desa benar-benar dirasakan manfaatnya secara aman oleh rakyat, bukan justru membahayakan nyawa.