MabesNews.com, Lahat – Makin hari, makin banyak orang gila atau terganggu Ganguhan jiwanya yang berkeliaran di jalan. Kolonel H Berlian samping Gelora serame kelurahan pasar lama lahat lecamatam lahat Selasa 4/6/2024
Tanggung jawab siapakah? Orang Gila ada marak nya berkeliaran Di kota lahat Yang jelas, orang-orang gila menjadi tanggung jawab pemerintah daerah Namun Nyata nya di lapangan dinas ketrtipan umum pop pp Tidak Menghirau kan ada Orang Gila yang Marak berkeliaran di kota lahat ini

Sewaktu kami ingin kompermasikann Menelpom Melalui Wasp kasat pol pp walau pun Bedering Namun tak tidak menerimah Trlpon yang masuk dan juga kami Menghubungi Dinas Sosial kab lahat dengan jawab an tidak bisa berbuat Apa karna ketertipan umum itu Seharus nya pol pp Sedang kami Cuman menerima dan Mendampingi Mereka Saja Apa bila OGJ Sudah di Tangkap dan di aman kan diperiksa Alamat dan rekam jejak nya sedangkan Dinas pol pp walau pun sudah banyak nya orang Gila mereka Tutup Mata Saja Tak perduli ada keberadaan orang Gila dari Mana kah Mereka datang
Dan juga Seharus Nya Dinas Kesehatan lahat (Din kes) sebagai ikut perhatian Terhadap orang Gila Namun pihak yang bertanggung jawab. Orang gila ini, Untuk Mengatasin Nya dan di perhatikan ada nya orang Ganguan jiwanya Tersebut Dari dinas Terkait Mengani ⁵Seperti Dinas Sosial dan dinas pol pp ada penyakit di derita Mereka psikotik atau psikotis. Sekarang, banyak psikotis ditemui di jalanan. Sepanjang, jalan pingir jalan hingga Menggangu ketentraman Seperti disalah satu Rumah makan Cinto Raso samping gelora serame Lahat.
Menggangu keyamanan yang para pengunjung Rumah Makan yang dj Alami ketua Rt pasar Bawah H Merasa tergangu kedatang Orang gila yang Sedang Asik Makan ada dua 2orang Gila langsung duduk Sambil Memintak. ROKOK Disamping duduk Teras Warung Memintak Rokok dan Memintah air Minum dan juga 2 Dua orang Gila itu persis baru datang dalam pantauan Media Online Lahat Info di pasar lematang lahat Ada juga satu orang OGJ di perempatan lampu merah dan satu orang terlihat di sekitar terminal Masjid Muhamadiyah Sangat mungkin, jumlah psikotis OGJ akan semakin meningkat, dan penderita depresi dan stres juga meningkat tajam seperti nya
Dugaan banyak orang Gila di duga lempar OGJ luar kota Sengaja di buang ke kab lahat lalu. Bila penderita depresi tidak segera diatasi, maka lambat laun si penderita akan meningkat statusnya menjadi psikotis. Di antara psikotis, sebagian bertindak merugikan orang lain, di Sekitar Nya
Kami dari Media online atau Media Cetak koran Sangat perhatin Melihat orang Orang Gila dan Tidak berkepentingan dengan orang-orang ini Tapi Sangat disayangkan bagi pihak pemerintah tidak Cepat Menangapin ada OGJ berkeliaran di jalan. kurang perduli nya banyak nya kena “Para psikotis itu tanggung jawab Depkes juga Setempat Seharus Nya pihak dari (Dinas Kesehatan) Turut Mendukung , bukan Dinsos,Saja kata Malik ketua Partai Garuda Pembinaan Pelayanan Rehabilitasi Sosial dan Penyandang Cacat Dinsos, mengakui makin banyaknya jumlah orang stres Dan banyak pula orang Gila yang berkeliaran di jalan.Seharu nya cepat Bagian ketertipan umum Menindak lanjutin nya Masyarakat sering menyamakan gelandangan dengan orang yang sakit jiwa. Kalau gelandangan, memang urusan Dinsos. Tapi, kalau orang sakit jiwa di jalanan adalah tanggung jawab yang Menertip kan untuk merawat mereka di RSJ,” Rumah Sakit jiwa Namun, kata dia, bukan berarti Dinsos lepas tangan. Dalam melakukan razia, Dinas Sosial akan bekerja sama dengan Dinkes dan Tramtib. Mereka lalu akan memilah mana orang yang psikotis, mana orang gelandangan. “Orang-orang yang psikotis akan ditangani seharus pihak dari Dinas Kesehatan, cepat Tanggap sedangkan yang lainnya, seperti anak jalanan, pengemis,jalanan banyak berkeliaran di pinggir pasar dan Toko Toko pingiran pasar Lematang lahat dan selain itu Secepat dari Dinas polmpp dan Dinas Sosial kab lahat Bila ada orang psikotis sudah Gila Apa dirawat oleh Depkes, maka dia akan dinamai eks-psikotis. “Orang-orang eks-psikotis inilah nanti yang akan dibina Dinsos di Panti panti sebelum mereka kembali ke masyarakat atau keluarganya,” ungkap ketua DPC partai Garuda Malik Alhusaini Para eks-psikotis ini akan diajari belajar hidup dengan orang lain, bertetangga, dan dibekali dengan keterampilan. Untuk membina mereka, Depsos lahat hsrus bekerja sama dengan Departemen Hukum dan HAM, Asosiasi Pengusaha Indonesia dan Kamar Dagang Indonesia (Kadin). Saat ini, banyak orang gila yang Tidak diperhatikan oleh pemerintah daerah ke panti langsung untuk Menampung orang Gila belum Ada di kab lahat Seharus nya ditangani oleh Dinsos, kab lahat yaitu Menurut Malik
orang-orang Tunalaras ini dilindungi UU nomor 4 tahun 1997 tentang penyandang cacat. Robinson meminta masyarakat untuk menerima kembali orang-orang eks-psikotis. Selama ini banyak eks-psikotis yang Tidak pulang lagi ke rumah nya karena Lupa Sama keluarga atau tempat keberadan lingkungannya.pungkas Nya (Dd)







