Arti Teh Tarik Di Kota Segantang Lada

Pemerintah378 views

MabesNews.com, NAPOLEON Bonaparte boleh berkata, “Saya lebih suka menderita bersama kopi daripada kehilangan akal.” Namun, bila ada jenis minuman yang usianya mungkin setua peradaban manusia, dia adalah teh.

Catatan sejarah menyebut, teh pertama kali ditemukan secara tak sengaja di China oleh Kaisar Shen Nong, bapak pertanian dan kedokteran, pada tahun 2373 sebelum Masehi, saat, Shen Nong berkeliling mencari tanaman obat baru.

 

Hingga akhirnya, teh lekat dengan budaya Tionghoa mencakup peracikan dan penyajian minum teh itu sendiri. Tidak sampai di situ, budaya meneguk teh kian terpapar melalui untaian puisi, seni kaligrafi, ritual agama dan pengobatan tradisional.

 

Karena awalnya berkhasiat sebagai obat, maka penyajian teh di China (juga Jepang) harus murni, tanpa campuran apapun. Termasuk gula. Bahkan Mao Zedong tak hanya meminum teh, juga dipakai kumur untuk menguatkan gigi.

 

Jadi jangan heran jika di sana muncul kredo, “lebih baik bilang tak punya gula, daripada melihat tamu mencampur gula ke teh”. Bagi mereka itu dosa tak berampun!

 

Teh juga dikenal dalam dunia Islam dengan sebutan teh, chai, shaah, shai/shay, efreh, dhay, shahee, dan kahwah.

 

Sekadar diketahui teh punya dua akar nama berbeda berdasarkan jalur persebarannya. Bila menyebar lewat laut, dikenal dengan nama “teh” atau “tea”. Bila lewat darat, dikenal dengan nama “cha” atau “ocha”.

 

Menurut Peter GW Keen, profesor di Universitas Stanford, semua bermula dari liberalisasi perdagangan Kekaisaran China, yaitu membiarkan karavan unta melintasi wilayah mereka untuk berniaga.

 

Sepanjang jalur itu kemudian memunculkan variasi penyajian teh yang tentu saja sudah dicampur dengan gula, susu, hingga rempah, sesuai kearifan lokal.

 

Juga ada teh hijau dan teh hitam. Bedanya teh hitam adalah daun teh yang mengalami fermentasi. Proses ini yang mengubah warna. Tujuannya? Supaya lebih awet disimpan.

 

Di Asia Timur teh hitam kurang disukai karena dianggap “teh basi”. Siapa penggemar Teh Hitam? Inggris dan warga koloninya.

Bagaimana menurut Anda? (Nursalim Turatea).

_____

KEARIFAN LOKAL: Wakil Gubernur Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina, melihat keterampilan peracik teh tarik, di sebuah acara beberapa waktu lalu. Teh juga masuk ke dunia Melayu dunia Islam, yang dikenal dengan sebutan teh tarik.