Aktivis Asatu Soroti, Yayasan Sirami Berdekatan Sarang Burung Walet, Korwil MBG Di Tuding Buta Juknis

Bulukumba – Maraknya temuan dugaan ketidaksesuaian pada sejumlah dapur penunjang program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bulukumba kembali menjadi sorotan publik. Kondisi ini dinilai sebagai tanda bahwa pengawasan terhadap pelaksanaan program tersebut masih belum optimal.

Salah satu dapur yang kembali mencuat ke publik adalah dapur MBG milik Yayasan Sirami, berlokasi di Desa Topanda, Kecamatan Rilau Ale. Dapur tersebut diduga berada berdekatan dengan bangunan sarang burung walet, yang menurut petunjuk teknis (Juknis) BGN, seharusnya tidak berdekatan dengan Kandang. Meski demikian, temuan dugaan pelanggaran ini disebut-sebut hanya jadi tontonan.

Aktivis Asatu, M. Rijal, mendesak DPRD Bulukumba untuk mengambil langkah nyata atas maraknya dapur MBG yang dianggap tidak memenuhi standar kelayakan. Ia menilai kondisi tersebut dapat berdampak pada kualitas makanan yang diterima siswa sebagai penerima manfaat program.

“Kasihan anak-anak sekolah jika dapur yang menjadi sumber penyedia makanan belum jelas tingkat kehigienisannya. DPRD sebagai wakil rakyat seharusnya mampu bertindak tegas,” ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah aktivis telah menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Bulukumba beberapa hari lalu. Namun hingga kini, para demonstran menilai belum ada respons konkret dari DPRD terkait tuntutan mereka. Hal ini membuat DPRD dipandang kurang mampu merespons serius persoalan yang muncul dalam program tersebut.

Selain itu, koordinator wilayah (Korwil) MBG Kabupaten Bulukumba juga mendapat sorotan. M. Rijal menilai Korwil belum maksimal dalam melakukan pengawasan pembangunan dapur MBG, sehingga dituding hanya menjadi pelengkap struktur dalam program makanan gratis pemerintah pusat. Kritik ini muncul dari kekhawatiran bahwa kualitas pelaksanaan program tidak berjalan sebagaimana harapan.

Hingga berita ini tayang Pihak Korwil yang dihubungi melalui pesan WhatsApp tidak memberikan tanggapan.