PEMKAB MANDAILING NATAL GELAR UPACARA PERINGATAN HARI LAHIR PANCASILA 2026: MENEGUHKAN KOMITMEN KEBANGSAAN DAN PERDAMAIAN DUNIA

Pemerintah209 views

MabesNews.com, Madina – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) menggelar upacara khidmat dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026.

Kegiatan ini dipusatkan di pelataran Masjid Agung Nur Ala Nur Aek Godang, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, pada Senin (1/6/2026).

​Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.” Bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara, Bupati Mandailing Natal, H. Saipullah Nasution, yang dalam kesempatan tersebut membacakan amanat tertulis dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi.

​Dalam amanat yang disampaikannya, Bupati H. Saipullah Nasution menekankan bahwa tema peringatan tahun ini memuat pesan filosofis yang mendalam. Pancasila bukan sekadar teks historis atau dasar negara, melainkan manifestasi kekuatan moral yang mengikat dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

​”Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan etnis dapat disatukan dalam ikatan kebangsaan,” ujar Bupati Saipullah di hadapan peserta upacara.

​Lebih lanjut, Bupati memaparkan bahwa sebagai bangsa yang besar, Indonesia konsisten mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila di kancah internasional. Hal ini dibuktikan melalui kontribusi aktif dalam pengiriman pasukan perdamaian di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peran strategis dalam meredam konflik regional, serta sikap tegas dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih terjajah.

​Kompas Moral di Era Digital dan Pijakan Kebijakan Publik

​Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, Bupati Saipullah juga memberikan catatan penting mengenai tantangan generasi muda. Ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi yang tidak diimbangi dengan kompas moral berpotensi mendegradasi karakter bangsa. Oleh karena itu, menjadikan Pancasila sebagai falsafah hidup (way of life) adalah urgensi yang tidak dapat ditawar.

​Tidak hanya bagi masyarakat, Bupati menegaskan bahwa bagi jajaran birokrasi dan jalannya roda pemerintahan, Pancasila wajib diinternalisasi sebagai pijakan utama dalam merumuskan kebijakan publik demi mewujudkan keadilan sosial yang hakiki.

​”Kebijakan publik harus mampu memenuhi rasa keadilan masyarakat, menjamin hak-hak kelompok terkecil, dan memastikan tidak ada satu pun rakyat yang merasa ditinggalkan,” tegasnya.

​Menutup arahannya, Bupati Mandailing Natal mengajak seluruh elemen masyarakat dan aparatur pemerintah untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan.

Ia mengimbau agar momentum ini dijadikan pemantik untuk membuktikan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai religiusitas, moralitas, dan semangat persatuan yang tak tergoyahkan.

​Upacara berlangsung dengan penuh khidmat dan tertib, dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para pejabat di lingkungan Pemkab Madina, ASN, TNI, Polri, serta tokoh masyarakat setempat.