MabesNews.com, Boltim,Sulut- Sala satu warga Desa Kotabunan Kecamatan Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yaitu Mursit Lapajawa dalam waktu dekat bakal segerah mempolisikan atau melporkan secara resmi menyangkut adanya dugaan penyerobotan lahan yang dilakukan oleh sala satu oknum pengusaha tambang Ko’ FN yang beraktifitas di lokasi tambang gunung simbalang Desa Bukaka.
Pasalnya, tampak sepengetahun pemilik lahan, oknum pengusaha tambang di wilayah simbalang itu melalui dengan menggunakan alat berat melakukan pembukaan ruas jalan di lahan milik dari Mursit Lapajawa guna memperlancar akses keluar masuk kendaraan berat maupun untuk memperlancar atau memfasilitasi logistik dan operasional.
Dengan adanya dugaan penyerobotan lahan tersebut, Mursit Lapajawa (3/3/2026) kepada sejumlah wartawan dengan tegas mengatakan bahwa dirinya akan segerah melaporkan adanya dugaan penyerobotan pembukaan jalan di lahan miliknya itu,”Saya akan segerah melaporkannya secara resmi ke Polda Sulut melalui Polres Boltim”, tegas Mursit.
Dan sebelum melaporkannya, selaku pemilik lahan pihaknya juga akan segerah menutup ruas jalan yang telah dibuka tersebut, karena ruas jalan yang baru dibuka itu hanya digunakan oleh oknum pengusaha, bukan ruas jalan desa. Bila ada yang mengatakan bahwa ruas jalan yang baru dibuka itu adalah ruas jalan desa, manurutnya hal itu sangatlah keliru. Karena ruas jalan desa itu rutenya sudah pernah dibuka yaitu dari perkebunan illoba turun ke perkebunan pece bagoyang dan keluarnya di samping lapangan desa Bukaka atau tepatnya didepan sekolah.
Selidik punya selidik, selain melakukan pembukaan ruas jalan baru menuju Moyongkatow-Simbalang dari lahan milik Mursit Lapajawa, dimana pengusaha tambang di gunung simbalang itu juga telah memperbaiki ruas jalan dari arah pertigaan Bukaka-Iloba dengan menggunakan alat berat berupa excavator maupun stoom walls. Dimana berdasarkan informasi yang berhasil dirangkum bahwa, pengusaha tambang di gunung simbalang desa Bukaka itu diduga telah mengerahkan sejumlah alat berat berupa excavator untuk mendukung kegiatan pertambangan mereka di lokasi tambang gunung simbalang Desa Bukaka.
Sampai berita ini diturunkan, upaya konfirmasi masi terus dilakukan ke pihak pelaku usaha tambang di gunung simbalang, namun pihak pelaku usaha sendiri belum dapat dikonfirmasi terkait adanya dugaan penyerobatan lahan milik dari Mursit Lapajawa tersebut karena oknum pelaku usaha terinformasi tidak berada di lokasi tambang simbalang Desa Bukaka. (Pusran Beeg)







