MABESNEWS.com. SORONG, PAPUA BARAT DAYA – Terjadinya penembakan terhadap warga sipil kembali mengguncang tanah Papua Barat Daya. Tiga warga dilaporkan menjadi korban luka tembak dalam insiden berdarah yang terjadi di Kampung Ainod, Distrik Sifat, Kabupaten Maybrat, Kamis (13/8/2026) pukul 18.00 WIT. Peristiwa ini memicu gelombang kemarahan keluarga korban, (15/08/2026)
Identitas ketiga korban diketahui Silvester Asem, Selfiana Sory, dan Anike Fatie. Usai insiden penembakan, mereka harus menempuh perjalanan darat yang berat dan mencekam selama kurang lebih empat jam dari Kabupaten Maybrat menuju Kota Sorong untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Rombongan korban tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sele Be Solu, Kota Sorong, pada Jumat, 14/08/2026 malam sekitar pukul 20.00 WIT, disertai keluarga yang tak kuasa menahan isak tangis histeris menyaksikan kondisi para korban.
Guna mengantisipasi kericuhan dan menjaga keamanan, puluhan aparat keamanan bersenjata lengkap langsung disiagakan dan memperketat pengamanan di sekitar area rumah sakit.
Saat berada di RSUD Sele Be Solu menyaksikan kondisi para korban, Kepala Kantor Hukum PERPFEN (Pengacara dan Penasehat Hukum Fokker4 Nusantara), Agung RPP, menyampaikan duka mendalam sekaligus mengutuk keras insiden ini.
“Kami semua — masyarakat, pemerintah, khususnya Aparat Penegak Hukum (APH) — wajib mengawal kasus ini hingga tuntas. Penegakan hukum harus dijalankan, mengusut tuntas, mengidentifikasi pelaku, dan menindak tegas sesuai aturan yang berlaku, agar keadilan bagi korban dan keluarga benar-benar terwujud,” tegas Agung kepada media.
“Saya secara pribadi sangat mengutuk keras aksi penembakan ini. Ketiga korban adalah masyarakat sipil lokal — bukan kelompok bersenjata, bukan pula pihak yang terafiliasi dengan kekuatan politik manapun. Penembakan terhadap warga tak berdosa ini adalah tindakan melanggar hukum dan sangat tidak manusiawi,” tegasnya lagi.
Agung juga meminta seluruh pihak mempercayakan penanganan kasus ini kepada APH untuk diselesaikan secara menyeluruh. Ia pun mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memperkeruh situasi keamanan baik di wilayah Sorong maupun Maybrat.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi keamanan di Kota Sorong dan Kabupaten Maybrat terus dipantau ketat oleh aparat kepolisian bersama TNI. Sementara itu, ketiga korban masih menjalani perawatan medis secara intensif di RSUD Sele Be Solu, Kota Sorong.
Arpp🇮🇩







