16 KK Gunakan Satu Meteran Listrik, Warga Dusun Rannu Keluhkan Minimnya Akses Listrik

MabesNews.com, Sumba Barat Daya, NTT – Warga Desa Ate Dalo, khususnya Dusun 1 Rannu, Kecamatan Kodi, mengeluhkan keterbatasan akses listrik yang hingga kini belum tertangani secara memadai. Pasalnya, satu unit meteran listrik PLN digunakan bersama oleh hingga 16 kepala keluarga (KK) sejak tahun 2021 hingga 2026.

 

Kondisi tersebut dinilai sangat memprihatinkan karena beban listrik yang berlebihan kerap menyebabkan gangguan, seperti listrik sering mati secara tiba-tiba (trip) dan kembali menyala secara berulang. Situasi ini bahkan berpotensi menimbulkan korsleting listrik yang membahayakan keselamatan warga.

 

Sejumlah warga, di antaranya Pince, Dominggus, Melkianus, Rince, dan Imelda, menyampaikan bahwa penggunaan satu meteran untuk banyak keluarga tidak hanya memberatkan secara biaya, tetapi juga meningkatkan risiko kebakaran akibat instalasi yang tidak memadai.

 

“Beban listrik terlalu besar karena dipakai bersama. Sering terjadi mati hidup sendiri dan itu sangat berbahaya,” ungkap warga.

 

Warga juga menyoroti kemungkinan tingginya tarif listrik akibat sistem penggunaan bersama yang tidak terkontrol. Bahkan, disebutkan pernah terjadi insiden kebakaran di sekitar titik meteran listrik yang diduga akibat kelebihan beban.

 

Menurut Lukas, salah satu warga, kebutuhan akan meteran listrik merupakan hal mendasar yang seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah daerah maupun pihak PLN.

“Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah dan PLN untuk segera mengatasi masalah ini, karena listrik adalah kebutuhan utama masyarakat,” ujarnya.

Keluhan ini mencuat saat dilakukan pendataan langsung di lapangan, tepatnya di rumah salah satu warga, Martinus, yang menjadi titik penggunaan meteran bersama tersebut. Ia berharap kondisi ini segera dievaluasi dan ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.

 

Warga Dusun 1 Rannu berharap adanya penambahan meteran listrik bagi setiap rumah tangga agar distribusi listrik lebih aman dan merata, serta tidak lagi menimbulkan gangguan baik di siang maupun malam hari.

“Kami butuh penanganan serius agar tidak terus mengalami gangguan listrik. Ini kebutuhan utama kami sehari-hari,” kata Martinus.

Kepala dusun setempat juga menegaskan bahwa kondisi ini sudah sangat mendesak dan memerlukan langkah cepat dari pemerintah guna memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam mengakses listrik.

 

Tim Lapangan: Dominggus