Warga Desa Ana Engge Kecam Keras Kinerja Pemerintah Desa
MabesNews.com, SUMBA BARAT DAYA, NUSA TENGGARA TIMUR — Senin, 31 Agustus 2026.
Pembangunan gedung Posyandu di Desa Ana Engge, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, dilaporkan mangkrak sejak 2024. Hingga Agustus 2026, bangunan tersebut belum juga rampung dan belum dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya.
Kondisi bangunan saat ini memprihatinkan. Sejumlah bagian tembok terlihat retak, bangunan belum memiliki atap, dan kondisinya dikhawatirkan rawan roboh.
Tak hanya itu, material sisa pembangunan berupa tumpukan batu dan puing-puing dibiarkan berserakan di bahu jalan. Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena mengganggu arus lalu lintas dan berpotensi membahayakan para pengguna jalan.
Proyek pembangunan tersebut dikerjakan pada masa jabatan Kepala Desa Ana Engge, Dominggus Kaley. Menurut keterangan warga, anggaran pembangunan disebut telah terserap, namun hingga kini bangunan belum dapat digunakan.
Ini Menyangkut Pelayanan Kesehatan
Kekecewaan warga terhadap kondisi proyek tersebut semakin memuncak. Stepanus, salah seorang warga Desa Ana Engge, mengecam keras pembiaran pembangunan fasilitas kesehatan dasar tersebut.
“Dari tahun 2024 sampai sekarang, 2026, belum selesai. Dananya sudah habis, tetapi bangunannya hampir roboh. Tumpukan batu di pinggir jalan juga mengganggu pengendara. Ini uang rakyat, ini tempat untuk ibu hamil dan anak-anak kami. Mengapa dibiarkan begitu saja? Kami sangat kecewa dan mengecam,” tegas Stepanus saat ditemui di lokasi, Minggu (31/8/2026).
Menurut warga, keberadaan Posyandu sangat penting karena menjadi salah satu tempat pelayanan kesehatan dasar bagi balita, ibu hamil, serta warga lanjut usia.
“Kalau bangunannya seperti ini, kegiatan Posyandu harus dilakukan di mana?” tambah warga.
Warga Tuntut Audit dan Pertanggungjawaban
Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya, Inspektorat, serta Dinas Kesehatan untuk segera turun tangan dan melakukan pemeriksaan terhadap proyek tersebut.
“Kami minta ini diusut. Ke mana anggaran pembangunan tersebut? Kami juga meminta material yang berada di pinggir jalan segera disingkirkan karena sudah membahayakan pengguna jalan,” ujar Stepanus.
Warga berharap pemerintah terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai sumber anggaran, nilai proyek, progres pembangunan, serta alasan pembangunan gedung Posyandu tersebut hingga kini belum selesai.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh klarifikasi dari Pemerintah Desa Ana Engge maupun pihak terkait mengenai kelanjutan pembangunan dan pertanggungjawaban anggaran proyek tersebut.
Mangkraknya pembangunan gedung Posyandu selama bertahun-tahun menjadi sorotan warga dan dinilai berpotensi menghambat pelayanan kesehatan dasar masyarakat desa. Kondisi ini juga menjadi perhatian serius mengingat pentingnya fasilitas Posyandu dalam mendukung kesehatan ibu dan anak serta upaya pencegahan stunting.
Penulis: Dominggus






