MabesNews.com – Polresta Cirebon – Polresta Cirebon menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Persiapan Pengamanan Operasi Ketupat Lodaya Tahun 2026 yang dilanjutkan dengan Tactical Floor Game (TFG), Jumat (6/3/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Pesat Gatra Mapolresta Cirebon dengan melibatkan unsur Forkopimda, instansi terkait, hingga Stakeholder pendukung pelayanan masyarakat.
Rapat koordinasi di Pimpin Kapolresta Cirebon, Kombes Polisi Imara Utama, didampingi Bupati Cirebon, Drs. H. Imron Rosyadi, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Dr. Sophi Zulfia serta Dandim 0620 Kabupaten Cirebon, Letkol Inf. Nizar Bachtiar, turut hadir Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Cirebon, H. Slamet, Kasatpol PP Kabupaten Cirebon, H. Imam Ustadi, S, Kadinkes Kabupaten Cirebon, H. Eni Suhaeni, S, Kadishub Kabupaten Cirebon, Dadang Raiman, Kalak BPBD Ikin Asikin, Waka Polresta Cirebon, AKBP Eko Munarianto serta sejumlah Pejabat lainnya.
Selain itu, kegiatan juga dihadiri para kepala rumah sakit di Wilayah Hukum Polresta Cirebon, perwakilan Polres perbatasan seperti Polres Kuningan, Polres Cirebon Kota, Polres Majalengka, Polres Indramayu, dan Polres Brebes, para Pejabat Utama Polresta Cirebon, para Kapolsek Jajaran, pengelola jalan tol, pengelola objek wisata, perwakilan PLN UPT Cirebon, PT. Telkom Area Cirebon, serta pengurus Rest Area KM 228A dan KM 229B, kata Kombes Polisi Imara Utama, Sabtu (7/3/2026).
Kapolresta Cirebon, Kombes Polisi Imara Utama dalam sambutannya menyampaikan, bahwa rapat koordinasi tersebut bertujuan untuk membahas kesiapan pengamanan Arus Mudik dan Arus balik Lebaran Tahun 2026. Ia menegaskan pentingnya evaluasi dari pelaksanaan pengamanan Tahun sebelumnya agar berbagai kendala dapat diantisipasi sejak dini.
“Fokus utama dalam pengamanan dan pelayanan selama kegiatan Arus Mudik Lebaran ini adalah sebagai bentuk Operasi Kemanusiaan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Hal – hal yang perlu menjadi perhatian dan diantisipasi bersama antara lain kelancaran arus Lalu Lintas, titik – titik keramaian, potensi kemacetan, serta pengawasan pada Rest Area,” ujar Kombes Polisi Imara Utama.
Ia juga menjelaskan, bahwa Kabupaten Cirebon memiliki lima Gerbang Tol yang menjadi akses utama bagi masyarakat mau pun para pemudik yang melintasi wilayah tersebut. Selain itu, keberadaan Rest Area KM 228A dan KM 229B juga berpotensi menjadi titik kepadatan kendaraan karena menjadi lokasi istirahat bagi para pemudik.
“Wilayah Cirebon merupakan salah satu titik lelah bagi para pemudik. Oleh karena itu, perlu diantisipasi kemungkinan terjadinya penumpukan kendaraan di Rest Area mau pun titik rawan kemacetan lainnya.”
Kapolresta Cirebon juga menekankan pentingnya menjaga keamanan rumah warga yang ditinggalkan Mudik serta memastikan keselamatan para pengguna jalan selama Periode Arus Mudik dan balik Lebaran, jelas Kombes Polisi Imara Utama.
Sementara itu, Bupati Cirebon, Imron Rosyadi menyampaikan, bahwa Kabupaten Cirebon merupakan salah satu jalur utama perlintasan pemudik menuju Wilayah Jawa Tengah mau pun daerah lainnya di Pulau Jawa. Oleh karena itu, koordinasi dan perencanaan yang matang antarinstansi sangat diperlukan untuk menghadapi potensi lonjakan volume kendaraan.
“Pemerintah Kabupaten Cirebon mendukung penuh pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya Tahun 2026 sebagai upaya memberikan rasa aman, nyaman, dan lancar bagi masyarakat yang melaksanakan perjalanan Mudik mau pun merayakan Idul Fitri di Wilayah Kabupaten Cirebon,” ujar Imron Rosyadi.
Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan sejumlah paparan dari Kabag Ops. Polresta Cirebon, Kasat Intelkam Polresta Cirebon, Kasat Lantas Polresta Cirebon, Kadinkes Kabupaten Cirebon, serta perwakilan Polres wilayah III dan Polres Brebes.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Tactical Floor Game (TFG) sebagai simulasi perencanaan pengamanan Operasi Ketupat Lodaya Tahun 2026 di Wilayah Hukum Polresta Cirebon yang rencananya akan dilaksanakan selama 13 hari, mulai 12 Maret hingga 25 Maret Tahun 2026.
Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh pihak dapat menyamakan persepsi, meningkatkan koordinasi serta memperkuat sinergitas dalam menentukan pola pengamanan, rekayasa Lalu Lintas, hingga langkah – langkah penanganan apa bila terjadi kepadatan kendaraan mau pun potensi gangguan Kamtibmas selama Arus Mudik dan balik Lebaran Tahun 2026, tutur Imron Rosyadi. Pewarta : ( Markus.T ).










