Kasus penembakan Anak di Bawah Umur yang di duga di lakukan oleh Oknum Kepala Desa sampai saat ini belum ada ketegasan Hukum dari Polres Kabupaten Sumba Barat Daya.

Hukum, Polri, Prov. NTT1,095 views

MabesNew.com, Polres Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Polres mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melayani,melindungi dan mengayomi masyarakat dengan tegas demi menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Namun dalam pelayanan Polres Kabupaten Sumba Barat Daya dalam melayani,melindungi dan mengayomi masyarakat terkait kasus yang sudah di laporkan orang Tua Korban dalam tragedi penembakan anaknya Eksel yang di duga di lakukan oleh Oknum Kepala Desa Yulius Magho Naga, sampai saat ini orang tua Korban belum mendapatkan keadilan terhadap kasus anaknya.

Inti dari laporan orang tua Korban yang bernama Adrias Wawo dalam tragedi penembakan anaknya yang bernama Eksel di polres Kabupaten Sumba Barat Daya tujuan untuk mendapatkan keadilan atas hilangnya nyawa anaknya yang tidak bersalah.

Orang Tua Korban merasa Kecewa atas tindakan Polres Kabupaten Sumba Barat Daya yang belum menangani dengan serius dan tegas dalam kasus kematian anak Eksel padahal orang tua Korban juga sudah menyerahkan alat bukti rongseng dari Rumah sakit Karitas Lendemoripa untuk di perlihatkan.

Dalam tindakan orang tua memperlihatkan alat bukti untuk membantu pihak Polres dalam menyelidiki kasus penembakan anaknya yang di duga di lakukan oleh Kepala Desa Yulius Magho Naga.

Saat orang Tua Korban Melaporkan secara Resmi di Polres Kabupaten Sumba Barat Daya pada tanggal 17 Mei tahun 2024 untuk mendapatkan keadilan atas kematian anaknya Eksel,pada tanggal 25 Mei tahun 2024 pihak Polres turus Periksa TKP tempat kejadian Penembakan anak Eksel,sebatas itu tidak ada lagi tindakan tegas dari pihak Polres Kabupaten Sumba Barat Daya dalam Menangani kasus tersebut sampai saat ini pada tanggal 14 Juni 2024 Tidak ada lagi titik lanjut tentang kasus yang sudah di tangani Polres Kabupaten Sumba Barat Daya padahal bukti hasil ronseng sudah di perlihatkan pihak orang tua korban di polres Kabupaten Sumba Barat Daya.

Atas tindakan yang di lakukan Polres Kabupaten Sumba Barat Daya, memperlihatkan ketidak seriusan dalam menangani Kasus penembakan anak Eksel yang di duga di lakukan oleh Kepala Desa Yulius Magho Naga.

Sampai Saat ini Polres Kabupaten Sumba Barat Daya belum ada ketegasan yang serius dalam menangani kasus tersebut dan pihak pelaku masih di biarkan bebas sampai saat ini oleh Polres Kabupaten Sumba Barat Daya Padahal pelaku sudah menghilangkan nyawa seorang anak yang tidak bersalah tetapi masih di biarkan bebas.

apabilah tidak ada ketegasan dari Polres Kabupaten Sumba Barat Daya dalam Menangani kasus tersebut maka Polres Kabupaten Sumba Barat Daya akan di nilai masyarakat tidak benar benar melayani,melindungi dan mengayomi masyarakat pada umumnya,karena sampai saat ini pihak pelaku masih di biarkan meraja lelah di tengah masyarakat padahal sudah melakukan Pidana Pembunuhan anak yang tak bersalah.

Harapan Besar Media Mabes New.com Jeminikson Dappa dan orang tua korban yang menginginkan Keadilan,Kepada yang Terhormat Bapak Kapolri Republik Indonesia agar benar benar melihat apa yang di lakukan Polres Kabupaten Sumba Barat Daya dalam melayani masyarakat yang ada di Kabupaten Sumba Barat Daya, dalam pelayanannya selalu Politik waktu yang selalu di kedepankan tanpa ada ketegasan dalam menangani setiap kasus yang di laporkan masyarakat yang menginginkan Keadilan.

Tegaslah dalam bertindak karena ketegasan itu dapat menyelamatkan banyak orang. Jurnalis Jeminikson Dappa